baca-tulis

Sang Pengeja Mimpi

Catatan: sebelumnya kusampaikan permintaan maaf untuk partner duetku, Jusmalia @juzzyoke, karena aku gagal memberikan kontribusi optimal untuk kolaborasi yang sedianya kami lakukan. Sebuah puisi atau sajak kami siapkan, tapi keraguan yang tetiba menelusup bilik hatiku memorakporandakan rencana duet ini. Semoga di kesempatan lain, kita bisa mewujudkan kolaborasi ini, Lia. Namun demikian, aku tetap ingin berpartisipasi… Continue reading Sang Pengeja Mimpi

baca-tulis

Maaf yang Tertunda…

Terselip keenganan di hatiku sebenarnya untuk hadir di acara seperti ini. Lelah tubuh sehabis sesi pemotretan semalam belum sepenuhnya hilang. Aku memantapkan langkah menapaki tangga utama gedung berwarna hijau kebiruan, yang biasanya dijadikan sebagai tempat pameran lukisan. Namun perasaan lelah itu seolah-olah hilang secara menyeluruh ketika aku melihat seorang perempuan di dalam gedung itu. Perempuan… Continue reading Maaf yang Tertunda…