random · traveling

Satu Bulan Satu Kali Ngabur

Begini ini, sih, kalau hidup masih serbabebas. Belum ada yang mengikat dan terikat pada siapa pun. Tahun lalu, dengan enteng aku bilang bahwa tahun 2013 adalah tahun hura-hura. Maka, beberapa waktu selama tahun 2013 kuhabiskan dengan menonton konser musik dari satu event ke event yang lain, juga menonton film dari satu bioskop ke bioskop yang lain. Yang kudapat? Entahlah. Sekadar hiburan, rasanya, sih.

Tapi, setidaknya, aku menikmati hidupku. Jika ternyata kenikmatan itu ‘fana’ hanya untuk dunia, well, itu urusanku sama Tuhanku, kan? Yang terpenting, aku punya satu hal yang bisa aku lakukan.

Tahun 2014, target menyiapkan diri menjalin hubungan hati dengan seseorang masih belum bisa kubuat. Semakin ke sini, semakin aku sibuk mempertanyakan diri, siapkah aku menikah? Perlukah aku menikah? Tak bolehkah aku melajang sampai sisa umur menipis dan Izrail mencabut roh dari tubuhku? Semestinya, kalau aku belajar agamanya bener, menikah adalah lebih baik. Itu yang mestinya aku yakini, kan?

Lalu, ketika target berumah tangga masih hanya samar-samar tertutup kelambu gelap yang tak tembus pandang, aku mulai mencari pelampiasan lain menghalau segala rasa yang menggumpal di dada. Rasa sepi. Oh, twitter dan blog dan buku sudah membuat duniaku ramai. Tapi, ada saat-saat tertentu, bahkan suara tivi yang kukencengin, winamp yang menyetel keras-keras lagu rap terbaru Eminem, gagal menyederhanakan sepi yang menggelayuti hati. Udara kosong. Aku sulit bernapas. Bahkan, twitter, blog, dan buku tak lagi mampu meminggirkan sunyi.

Aku pilih melarikan diri. Kabur. Pergi. Bergerak. Tak diam.

Tidak perlu jauh. Yang penting menjauh. Dari sepi. Meski mendekati sepi yang lain.

Aku bisa dibilang suka ngebolang. Pergi sendiri. Menjelajah keramaian seorang diri. Aku adalah sepi di tengah keramaian. Aku suka duduk tenang di tengah lautan manusia. Di konser musik, bioskop, kebun binatang, mal, pameran-pameran. Aku memilih menyendiri, mengarungi lautan keramaian.

Aku suka sepi… yang ramai.

Sepertinya, di tahun 2014 ini, aku masih dalam tahap pencarian jati diri. HAHHH? Iya, iya, iya…. aku tak lagi abege bau kencur, mungkin justru aku sudah bau tanah. Minggu depan, lusa, besok, hari ini, atau bahkan setelah mem-posting artikel ini, bisa saja aku mati. Tapi… hati belum juga pasti. Siapa aku? Buat apa aku hidup? Apa manfaatku? Apakah ada orang lain yang ‘digariskan’ bergantung padaku? Apakah ada yang memerlukanku?

Sampai kutemukan satu jawaban pasti, aku masih ingin melarikan diri. Dari sepi. Ke sepi yang lain lagi. Sepi yang ramai.

—bulan ini aku belum merencanakan melarikan diri ke mana-mana. Januari lalu aku ke Cirebon, sementara Februari ke Kebumen. Maret?

pantai menganti 2

pantai menganti 1

keraton kacirebonan

Advertisements

7 thoughts on “Satu Bulan Satu Kali Ngabur

  1. mas, mas, winamp kan udah gak ada. kamu ganti gih jadi apa gitu yang mengikuti perkembangan zaman.. #salahfokus

    jalan-jalan ke singapore, mas… ada buanyak tobuk unik di sanaaaaa.. #horangkayah

  2. Huwaaa…
    Ternyata kita ini sepaham mas ijul.
    Aku juga suka pergi, nonton, makan sendirian. Somehow kadang feelnya lebih dapet.
    Sampe dikatain sableng krn sering solotrip.

  3. Assalamualaikum mas, ada getar dlm tulisanmu. Getar keraguan dan hampir putus asa. Membacanya membuatku berdoa agar mas dijauhkan dari segala keraguan. Seperti yg pernah mas katakan padaku dulu.. Coba lah untuk tidak lari lagi mas. Pernah kah mas menyadari bahwa orang yg meminta padamu utk berteman terlebih dahulu itu bukan berarti menolakmu. Dia ingin mengenalmu lebih jauh. Mengapa mas tdk pernah belajar memahami cinta sejati itu tidak instan? Maafkan tulisanku ini mas, jujur setiap membaca tulisanmu, aku sangat sedih. seperti aku yg paling terluka karena dulu ku pikir jakarta akan membuatmu bahagia… aku marah jika pada akhirnya mas harus putus asa…

    1. wah setuju sama ini eneng, maju terus mas jule……sabar pasti dapet, luangkan waktu untuk itu, kurangi “dikit” traveling solonya….masak sih ga bisa, bisa pasti! kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s