random

Masih Rencana: Kabur ke Bali #1

Aku punya daftar pribadi tentang tempat-tempat yang harus kukunjungi (di dalam negeri, khususnya) sebelum aku mati (hiyaaaa). Well, bukan sebelum mati juga sih, maksudnya, paling tidak jika sikon mendukung, aku pengen lah dateng ke tempat-tempat itu. Di daftar teratas itu Yogyakarta. Ini lebih disebabkan pas study tour zaman SMP dulu aku mabuk berat, jadi pas keliling Yogya aku sudah yang teler. Sementara teman-teman SMP-ku menikmati sekali perjalanan itu, aku bawaannya pengin pulang aja, gara-gara bus jalan beberapa meter aku suah mabuk, yikes…hina banget kalo inget masa-masa cupu itu. Alhamdulillah, segala puji syukur hanya milik dan kepunyaan Alloh, aku sudah bisa berkunjung kembali ke Yogya 2 tahun lalu kalau tak salah (tepat setelah lebaran dan menjadi rute balik ke Jakarta). Meskipun tidak full memenuhi rute seperti study tour dulu, aku puas bisa menikmati keindahan pagi di Parangtritis dan suasana ramai di seputaran jalan Malioboro. Yup, cuman itu saja sih. Tapi aku sudah yang bahagia banget bisa ke sana. Aku belum akan mencoret Yogya dari daftar, karena masih kepengin ke sana lagi dan lagi dan lagi. Apalagi aku belum ke Borobudur.

http://www.stuckincustoms.com

Kota kedua adalah Medan. Well, meskipun alasannya ternyata salah ya. Karena aku menempatkan Medan di daftar kedua gara-gara zaman SD dikasih tahu kalo Danau Toba (which is ada di Sumatera Utara) kusangka ada di kota Medan. Ya sudah, gara-gara itu aku pengen ke Medan. Ternyata Danau Toba itu nggak di Medan-nya kan, ya? Jauhlah, malah deket-deket sama Pematang Siantar, kalo nggak salah. Sekali lagi, kuasa Alloh-lah aku bisa ke sana. Kali ini dengan rancangan yang lebih manis, aku mendapat tugas kantor ke sana. Hehehe. Sembari bertugas, sembari aku berkunjung ke Medan. Karena jarak yang lumayan jauh (dan ongkos yang mahal), kunjungan pertama ini sudah cukup bagiku untuk mencoretnya dari daftar. Kalaupun suatu kali aku bisa berkunjung kembali ke sana ya alhamdulillah banget lah. Tapi, untuk sementara itu saja cukup.

http://lifeistravelling.wordpress.com

Kota ketiga yang masuk dalam daftar ini salah sebut, karena aku nyebutnya Bali, bukannya Denpasar, Ubud, Bedugul, atau nama kota lain. Yahh, semacam Nadine dulu yang salah nyebut Indonesia is a beautiful city, aku pun salah menyebut Bali sebagai kota, padahal Bali kan provinsi. Nah, sampai sekarang aku belum pernah ke Bali. Wew. Padahal lho aku tuh tinggal di Jawa Timur, rasanya sekali loncat aja sebenarnya bisa tuh nyampai Bali (lebay), lah masak belum juga bisa ke sana. Ini pun gara-gara pas zaman SMA, ada dua pilihan study tour, satu ke Bali satu ke Bromo. Gara-gara duit cekak alias ortu dan kakak gak punya duit lebih buat bayarin study tour itu aku kepaksa milih ikutan study tour ke Bromo padahal zaman SMA itu rasa-rasanya kalau aku milih ke Bali, prestige banget. Teman-teman SMA yang tajir nan kece hampir semua milih Bali, dan aku nggak punya pilihan lain kecuali dengan duit pas-pasan ikut ke Bromo. Itu duluuu…zaman aku masih cethek banget mikirnya. Kalau sekarang yaaa…aku malah bersyukur banget bisa ikutan ke Bromo. Entah deh, kalau sendirian bisa nggak nyampe Bromo. Kalau Bali, sendirian sih asal ada duit dan waktu, tinggal pesen tiket ke Denpasar, cuss, nyampe di sana. kalau Bromo kan ada perjuangan naik banyak jenis kendaraan darat tuh. Fiuuuhh…lagi-lagi ini pasti rancangan Yang Di Atas. Alhamdulillah, aku diberikan kesempatan (meski dengan alasan manusiawi banget) untuk bisa ke Bromo.

http://justthetravel.com

Nahhhh, tapi, tetap saja niatan ke Bali nggak hilang meski sekarang aku nggak mau lagi mikirin bahwa aku sial banget dulu gak bisa study tour ke Bali. Alhamdulillah, sekarang udah kerja, bisa punya duit sendiri (dan semoga cukup) untuk bisa melancong ke Bali. Yahhh, tinggal pinter-pinter nyari waktu dan NABUNG buat jalan ke sana sih. Dan, sepertinya niatan itu makin gede akhir-akhir ini. Bahkan, buat yang jadi teman di gtalk-ku, udah lama aku pasang status balibalibalibalibalibali dan belum kuganti sampai sekarang. Aku. Pengen. Ke. Bali. Tahun. Ini.

http://www.embassyofindonesia.org

Walau banyak yang bilang, gak usahlah bikin rencana muluk-muluk, ntar malah gak kesampean. Dan, pada dasarnya aku bukan perencana yang baik juga. Tapi, aku pun gak bisa yang blank gitu tiba-tiba terbang ke Bali. Aku butuh rencana, meski sekadar rencana standar. Misal, tujuanku ke Bali apaan sih? Balas dendam doank karena pas SMA gagal ke sana? Enggg….. Memang butuh liburan? Kan abis refreshing ke Lombok (dinas sih, hehehe) Nyari jodoh? Eaaa banget itu sih. Atau apa, sih? Hmm…yah yang semacam itulah yang kusebut rencana. Biar aku tetap ngeh mau ngapain aja di Bali sana nantinya. Jadi, untuk sementara waktu ini, aku masih nyusun-nyusun rencana kecil-kecilan buat ini: Kabur ke Bali. Hahaha, memang belum kepikiran apa pun sih. Tapi soal waktu sepertinya udah pasti, beberapa hari sebelum lebaran atau di awal-awal Agustus nanti (2 minggu lagi).

Hal awal yang mulai kukerjakan: berhubung aku kayaknya jalan sendiri dan BUTA akan Bali, aku nyari info seputar angkutan umum di sana (yang dijawab beberapa teman, hampir gak ada, kecuali taksi). Banyak yang nyaranin sewa motor. Hmm, secara aku motoran juga masih labil dan kalau di daerah yang aku masih buta itu semacam horor tersendiri, aku masih perlu mikir ratusan kali. Lalu, ada yang nyaranin pake jasa ojek online. Okayy…aku pun googling dan sudah pula dikasih kontaknya sama seorang teman. Oke, nanti aku coba hubungi deh. Yang kedua adalah perkara nginep. Niatnya sih backpacking-an jadi maunya sih nginep-nginep murah lah di sana. Jadi, saat ini aku lagi nyari penginapan supermurah buat tidur sama naruh barang doank sih. So far, Poppies Lane banyak dianjurin. Losmen Arthawan juga disebut-sebut. Tapi, katanya tingkat hunian di losmen ini selalu padat. Duh, semoga pas aku ke sana lagi sepi, Ya Alloh. Amiin. Hmm…catat dulu deh.

Fiuhhh….masih segitu doank ternyata rencanaku. Dan, yeah, kuakui itu superberantakan rencananya. Tapi ada yang pernah bilang, “If you fail to plan, you plan to fail“, jadi, paling tidak aku mesti buat rencana ini sedikit lebih rapi lagi, biar Kabur ke Bali-ku ini sukses. Amiiin….

Info Losmen Arthawan: Mblusuk.com, Blog-nya aiaidunk, Hotel Murah Yogyes.com, di Detik Travel, Ojek Online, Backpacker Indonesia.

Edited: patut dicoba juga nih, Trans Sarbagita dan Feeder-nya (serupa Transjakarta)

Advertisements

6 thoughts on “Masih Rencana: Kabur ke Bali #1

  1. Seperti Danau Toba yang bukan di Medan, Candi Borobudur juga bukan di Yogya, mas Ijul. Doi mah adanya di Magelang. Baidewei sureweirewei, aku ikut dong ke Bali..aku temenin deh..

  2. Hahah, tahun 2008 saya dan teman bertiga pernah kabur ke Bali mas, nggak pake perencanaan ini itu. Begitu dapat tiket Medan-Bali pp, kami langsung terbang. Di bandara Ngurah Rai banyak taksi dan untungnya kami dapat sopir taksi yg baik waktu itu. Dia tau dimana penginapan yg sesuai budget kami. Lalu tanya punya tanya, rupanya dia pun bisa membawa kami ke tempat wisata yg wajib dikunjungi di Bali, dgn mobil (nego harga) :D. Menurutku cukuplah 4 hari 3 malam di Bali 🙂 Semoga berhasil rencananya ya mas! Salam kenal!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s