random

An Invitation, An Unspoken Feeling, and A Hard Decision

FOUR-f**king-times, GOD has been given me this tragical trial, four. And, they suck. Really. Well, may be I am a sinner since HE always give me such a hard time to deal with. ARE YOU KIDDING ME, GOD?

Yang salah? Ya aku lah. Nggak mungkin banget nyalahin Tuhan, tho? Ini balik-baliknya ya aku sendiri yang salah. Dari dulu, selalu begini. Ceritanya gak pernah ganti. Dikata main sinetron, cerita dan setting udah digonta-ganti ratusan kali, yang main dan lakon dimainin sama. Yang main aku, lakonnya patah hati. Hahaha. Remuk, yang bener sih.

dari sini: http://cipcipcokocip.blogspot.com

Dapet kiriman undangan dari seseorang yang diharapkan, itu rasanya… semacam makan nasi basi berlauk daging busuk ditemani segelas air perasan jeruk nipis. Kelar makan, perut mulas, langsung jatuh pingsan. Mending mati, secara fisik nggak pakai dirasain lagi. Ini sekarat. Yang ada hati rasanya dipelintir. Digilas roda truk tronton. Lalu disepak ke jurang. Dan disambut batu runjing nan tajam di bawah sana. Jleb. Sakit, sampai ke tulang. Tapi, nggak mati. Sakit pastinya.

Yang salah? Ya aku lah. Selalu saja jadi cowok pengecut. Bah! Selalu tak pernah punya sedikit saja…sedikit saja…keberanian buat maju dan mengusahakan sesuatu harapan itu menjadi kenyataan. Bergeming. Hanya menatap. Berharap, semoga Tuhan yang menggerakkan alamnya, hingga aku dan dia bisa bersama. Hell, ngarep banget kok ya kebangetan.

Lalu kalau sudah diterima undangannya, mau apa? Mau kayak di film-film, bilang “I OBJECT”. Huahhahaha….dikira ini film? Ini REAL, they do this for real. THIS IS A REAL, REAL WORLD, man! I need to wake up. Wash my face. And, realize that this is real. Not just my imagination. DEM!

Pada 3 undangan terdahulu, aku selalu punya alasan untuk mengelak datang. Apakah untuk yang undangan kali ini aku juga punya alasan untuk nggak datang? Atau aku perlu cari-cari alasan? Mendadak cuti dan liburan ke luar kota, mungkin? Toh, tanpa hadirku, pesta akan tetap berlangsung, dan masih ada ratusan (atau mungkin ribuan) tamu lain yang akan datang, kan?

Crap! I just need to jump from my 20th-floor-office, like, RIGHT NOW!

Advertisements

10 thoughts on “An Invitation, An Unspoken Feeling, and A Hard Decision

  1. seseorang tidak akan mendapatkan apa yg dia inginkan sebelum ia berusaha.
    Alloh tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, kecuali mereka yg mengubahnya.
    Keep your chin up bro. Alloh Knows best

  2. Mas Ijul. Dijadiin fiksi aja. Itu draft yang Bimo-Loveyna juga curhat colongan. Cuma ya ditambah di sana sini sampai enggak kelihatan lagi cerita aslinya. Hahaha.

    Galau kalau diterbitin jadi duit. Lumayan ngobatin sakit hati. 😀

    1. hahaha, yoi, bro….ini lagi dicoba ditransformasi ke fiksi, smeoga bisa sedikit mengurangi beban. hanya cerpen sih, tapi lumayanlah, ngangkat dikit. kalo novel kayk kamu, belum bisa. masih suka macet ;(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s