traveling

Nonton, nonton, dan nonton…

Yeah, yeah, yeah…..secara impulsif aku mendeklarasikan tahun 2013 ini sebagai tahun hura-hura? Heh? Apa? Gak salah? Bukannya taon-taon sebelumnya juga selalu hura-hura?

Hahaha…pokoke tahun ini bakal jadi tahun hura-hura paling maksimal lah. Aku udah 30 tahun. Entahlah, ini sebenarnya fase menyedihkan apa fase menyenangkan ketika pada umur segitu aku sudah bisa berfoya-foya dengan duit sendiri tapi belum juga dapet istri buat nemenin hari-hari di dunia fana ini. Yang jelas, aku mau senang-senang sajalah. Terlalu dipikirin nanti tambah kurus. Ini saja udah cungkring, ditambah kena gejala batu ginjal, beuuuhhh…mungkin jatah hidupku juga tinggal beberapa waktu saja. Ya sudahlah, mari bersenang-senang. Tentu saja, aku mencobanya seimbang. Senang di dunia, semoga senang pula di akhirat. Amiinn..

Hokelah, ini kan aku mau cerita soal nonton bioskop, kok malah curcol mulu soal jodoh yang nggak dateng-dateng, hadeuuuhh…tahun 2013, stop Galau donkkkkkkk…..

Eiya, diinget-inget sudah lama banget aku nggak nonton di bioskop, jadi bisa dibilang 4 film yang kutonton minggu lalu dan hari ini, lumayan nge-hits lah. Tumben, aku sering banget nyambangin bioskop, biasa juga senengnya nongkrongin DVD. Hehehe…

1. Habibie dan Ainun

tukangreview.com

Supertelat! Sudah pasti. Gimana enggak, banyak yang sudah nonton film ini, bahkan tak jarang lebih dari satu kali, dan aku baru nonton film ini Minggu lalu. Awalnya sih aku pengen sabar nunggu DVD-nya saja, karena kupikir film ini nggak bakal ngasih banyak hal, mengingat kisah utamanya toh tentang drama cinta Pak Habibie dan Bu Ainun, tho? Biasa saja, novel dan film romance juga sudah sering kok yang berwarna begitu. Jadi apa yang spesial? Reza Rahardian (thanks to Ayu yang udah ngingetin :). Yah, si aktor brilian inilah yang membuat film ini hidup. Tak hanya penghayatannya yang maksimal dalam memerankan tokoh Habibie, Reza juga seolah melebur secara emosional dalam perannya itu. Filmnya sendiri? Well, kalau banyak yang menyarankan aku bawa tissue pas nonton, karena mungkin akan nangis bombay, nyatanya aku cuman terharu pas adegan pak Habibie mengikhlaskan kepergian Bu Ainun. Selebihnya biasa saja. Hadeeuhhh, ada apeulah sama aku ini. Masak nggak tersentuh? Hehehehe, entahlah. Aku saja yang aneh mungkin yaaa….hikmahnya, aku pengen ngulik lebih jauh tentang hidup Pak Habibie. Okay, 3,5 dari 5 bintang deh buat film ini.

2. Mika

sinopsisfilmter.blogspot.com

Aku tahu film ini diangkat dari novel laris Waktu Aku Sama Mika karya Indi. Yang aku nggak tahu adalah jalan ceritanya kayak apa karena meskipun tahu ada novel itu, sampai sekarang aku belum baca novel itu. Apalagi ada satu teman yang ngereviu novel itu dn bilang biasa saja, maka hingga kini aku belum tertarik bacanya. Dan abis nonton filmnya? Hmm…makin nggak minat baca novelnya. For me, yahhh, ceritanya cuman begitu saja. Cewek penderita skoliosis yang terkucil dan nggak punya temen jatuh hati sama cowok penderita HIV+ AIDS yang bentar lagi mati. Lalu si cowok mati, eh si cewek move on bahkan sukses. Yaaaa…gitu deh. Konfliknya? Keuarga yang pasti menentang pada hubungan romansa tersebut. Predictable. Bagusnya sih, pesan moralnya maksudku, aku jadi ‘ngeraguin’ pengetahuanku pada penyakit AIDS, tentang medium penularannya dan bagaimana kita seharusnya menyikapi pengidap HIV+. Dan, kita harus tetap optimis dalam hidup. Jalani hidup dengan lebih baik. Okay, 2 dari 5 bintang deh buat film ini. Maaf, aku ngerasa Vino kurang cocok meranin Mika. Baru pertama kali ini lihat akting Vino dan aku keganggu suaranya yang mirip orang ‘kecekik’ itu. Really, pas dia ketawa romantis kok ya ndak cocok. Well, ini subjektifku sendiri yaaaa….

3. 3Sum

http://kvltmagz.com

Well, awalnya otak ngeresku menafsir kalau film ini semacam film semi-BF gitu. Yah, 3sum itu threesome yang adegan sex maen bertiga, kan? Eh, bukan apa iya? Hahaha…yang jelas, ini aku memang nggak baca reviu dulu atau lihat trailernya dulu pas mutusin nonton film ini. Aku cuman baca sinopsisnya di situs resmi 21cineplex dan tahu kalau ini adalah film yang terdiri dari 3 film pendek, dari 3 genre cerita, dan dikerjakan 3 sutradara berbeda. Benar saja di sini ada film pendek Insomnight yang dibintangi Winky Wiryawan, Rawa Kucing yang dibintangi Aline Aditia, dan Inpromptu yang dibintangi Joko Anwar. Horor-thriller, lalu sex romantis, dan ditutup laga. Hmm…sama ketika membaca buku kumcer yang tak lagi menarik minatku, menikmati film bunga rampai begini sungguh sulit bagku. Semua jadi serba nanggung. Sedang tegang-tegangnya, eh film dah kelar terus lanjut film berikutnya. Aku lebih suka film tunggal-lepas yang berakhir jelas. Persetanlah dengan ruang imajinasi, aku pengen nonton film buat hiburan, males banget keluar dari bioskop masih harus nebak-nebak lagi gimana seharusnya film itu. Beuhhhh, repot bener. Okay, 3 dari 5 bintang buat film ini deh. Aku pribadi suka cerita Rawa Kucing yang berlatar Tionghoa, di mana seorang gadis kaya raya durhaka yang jatuh miskin lalu menerima belas kasih dari cowok bisu-tuli yang pernah jadi gigolonya. Wew.

4. Apollo 18

http://apollo-18-movie-trailer.blogspot.com/

Jujur, target tontonan bisokopku itu film Indonesia, kecuali film horor-menjurus-sex. Jadi pas liat-liat jadwal bioskop dan cuman ada Air Terjun Penganten Phuket yang kedeteksi tayang di bioskop terdekat (Hollywood KC XXI), aku jadi ragu, nonton nggak yaaaaa…..sudah pasti aku gak bakalan nonton ATPP itu. Tapi pas liat-liat flm yang lain…heh, nonton apa ini? Parker? Nope. The Last Stand? Nope juga. Chinese Zodiack? Noooopppeeee. Yawis, pilihan tinggal Apollo 18. Meskipun aku bukan pencinta film science fiction. Yasudahlah, tonton saja. Dan???? Yaampun, hampir saja mati bosan aku nontonnya. Seperempat film isinya cuman obrolan tiga kosmonot di bulan. Nah, baru pas salah satu kosmonot kena sesuatu dan terluka dan terinfeksi, aku langsung melek. Setting luar angka (bulan) dan gambar yang seolah-olah footage video handycam bikin film berasa tegang. Belum lagi konspirais-konspirasi soal misi penjelajahan bulan itu bikin aku merinding terus bertanya-tanya, ini real apa fiksi sih? Apalagi pas di depan, di opening scene-nya ditulis, “This movie was edited from that footage.”…heh? Jadi ini real apa nggak? Hikmahnya, aku musti cek-cek internet lagi buat nyari tahu soal misi Apollo 18 ini. Oiya, film ini sad ending, hikz. Menurutku sih ini jenis film drama psikologi gitu. Okay, 3 dari 5 bintang deh buat ini. Aku suka kegetangannya, hehehehe…..Etapiiiiiiii, begonya, ini nih film lama tho? Yaampun ini film udah rilis tahun 2011 lalu. HAPAHHHHH? Jadi, ini film basi? Haishhhh #cuihhh.

Advertisements

2 thoughts on “Nonton, nonton, dan nonton…

  1. mas mas, namanya Reza Rahadian.. XD

    aku mau mewek pas bagian LPJ-nya ditolak DPR/MPR sama pas dia di hanggar terakhir kali sebelum balik ke Jerman. huhuhuhu, dia pasti merasa ditolak sama Indonesia.. 😥

    film lainnya belum nonton. jadi gak komen.. ehehehehe..

    1. Huhuhu…kok bisa typo, hadeeeuhhh…thanks ya, Non, dah dikoreksi…

      Kalau buat penguat jiwa, mending noton Mika deh, huehuehue….meskipun aku ga terlalu suka sih sama itu film, tapi seru lah buat selingan ditonton…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s