eksis di medsos · film-TV-musik

[My Movie] 5 Bintang untuk Garuda di Dadaku 2

Setelah hanya puas nonton Garuda di Dadaku jilid 1 via VCD, kali ini aku ga mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa menonton film bertema sepak bola ini langsung di bioskop. Kebetulan ada Neng Buzenk dan si Peri Kecil yang bisa diajakin nonton, haghaghag.

I didn’t expect much. Tapi, aku suka. BANGET! Aku memang sengaja membawa “dada-merah-putih”ku ketika memasuki ruang theater 5 di Blok M Square 21. Maka, hanya dengan intro tulisan “Garuda di Dadaku 2” di opening scene saja, aku sudah merinding. Entahlah, ada getaran yang menjalari sekujur tubuh demi melihat sebaris kalimat tersebut memenuhi layar kaca.

Secara pribadi, aku memang menyukai film-film garapan Rudi Soedjarwo. Terserah saja, ada beberapa orang yang selalu merasa ada yang kurang dengan gaya penyutradaraan si mas yang melejit lewat Ada Apa dengan Cinta? ini. Bagiku sih oke-oke saja. Termasuk dengan Garuda di dadaku 2 ini. Aku terus berdoa semoga Rudi selalu mendapat kesempatan membuat film dan meramaikan industri perfilman nasional melalui sentuhannya.

Garuda di Dadaku 2 berhasil untukku. Memang, banyaknya konflik yang dialami Bayu serasa membuat karakternya nggak fokus. Beberapa karakter dari seri pertama ada yang hilang khasnya, tapi lebih karena aktor yang memerankannya sudah bertumbuh, so mungkin hilang juga ke-charming-annya. Tentu saja, yang kubicarain di sini adalah karakter Herri, yang di seri sebelumnya tampil sebagai seorang anak yang cerewet buangets, bawel setengah mampus, lalu di Garuda di Dadaku 2 ini dia lebih irit bicara, tapi tetep oke. Selebihnya memuaskan. Maudy Koesnaedi, Emir Mahira, Rio Dewanto, Ramzy, Joshua Pandelaki, dkk. Keren lah, buatku paling tidak.

Kalau yang bisa aku keluhkan adalah pertandingan finalnya yang kurang bikin merinding. Dan, endingnya yang, “…eh, cuman begitu?” Seriously? Aku butuh sebuah penamatan dari keberhasilan Bayu melewati labirin masalahnya untuk bisa tetap tampil sebagai kapten Timnas meski tak lagi tersemat ban kapten di pangkal lengannya.

Hahahaha… 5 star lah untuk film ini. Lagian, aku gak gitu-gitu demen ama bola. Ahiyyy.

Belum nonton? Buruan nonton, sebelum turun dari bioskop. Ini dia trailer dan behind the scene dari film ini:

Dan, sebagai generasi muda masa kini *uhuk-uhuk*, selama film, aku nge-tweet juga donk, beberapa kalimat dan komentar terkait film ini, ini bunyi tweet-ku:

kelompok kita trbntuk bkn karena pilihan, tp nasib baik-lah yg mempertemukan kita #GarudaDiDadaku2   13 hours ago
@rudisoedjarwo love ur direction! nonton #GarudaDiDadaku2 ini bikin tegang+scoring.nya jg bagus  13 hours ago
trkadang kita berada d titik yg tdk kita sukai,bakat+kmmpuan tknis ga cukup, mental yg pnting! #GarudaDiDadaku2   13 hours ago
kita tuh jatuh bukan karena batu yang besar, tapi karena kerikil… #GarudaDiDadaku2   13 hours ago
ehmmm Maudy ini masih aja bikin ngiler yaaaa… ahiiyyyy #GarudaDiDadaku2   13 hours ago
ya Tuhan, baru liat intro judulnya aja bikin merinding #GarudaDiDadaku2   14 hours ago
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s